Ruang wacana kritis bagi perbincangan Kehamilan Tidak Direncanakan dan Aborsi Aman. Mendobrak pemikiran arus utama yang normatif dalam memandang otoritas perempuan atas tubuhnya.

Samsara adalah sebuah organisasi non-profit yang didirikan pertama kali pada tahun 2008 di Jakarta oleh Inna Hudaya, Shari Riezky Nikijuluw, dan Grace Clarissa Susetyo.

Berangkat dari keprihatinan ketiga pendiri mengenai situasi kesehatan psikologis perempuan Indonesia paska aborsi, organisasi ini lebih banyak berfokus pada layanan konseling paska aborsi pada masa-masa awal. Dalam perkembangannya, Samsara mulai memperluas fokus organisasi terhadap peningkatan status kesehatan reproduksi perempuan di Indonesia, terutama Kehamilan Tidak Direncanakan. Kami percaya bahwa isu Kehamilan Tidak Direncanakan dan aborsi di Indonesia merupakan bagian dari persoalan besar pemenuhan hak kesehatan reproduksi dan seksual.

Samsara bercita-cita untuk mengupayakan kehidupan bermasyarakat dimana setiap individu memiliki pemahaman dan otoritas atas tubuhnya. Cita-cita ini kami tuangkan dalam Misi sebagai berikut:
  • Mempromosikan pendekatan hak-hak seksual dan reproduksi dalam isu KehamilanTidak Direncakan dan aborsi sebagai bagian dari otoritas tubuh perempuan.
  • Meningkatkan akses pendidikan, informasi, dan layanan konseling yang berbasishak-hak seksual dan reproduksi.
  • Mengembangkan dan memperkuat jaringan untuk mendorong perubahankebijakan akses aborsi aman.
  • Memperluas wacana dan gerakan sosial yang pro pada hak remaja danperempuan.

Samsara meyakini bahwa dalam kerja-kerja organisasi kami berkomitmen untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia universal, non-judgmental dan non-diskriminasi, berkeseteraan gender, dan demokratis. Semua prinsip tersebut adalah upaya kami untuk menjamin terpenuhinya cita-cita organisasi.


SAMSARA NEWS. Powered by Blogger.